Setelah “off” beberapa minggu karena banyak kesibukan di kantor dan pribadi, akhirnya hari ini saya sempat memberi update pada Mutiara Dalam Kata.
Posting hari ini saya ambil dari iklan Shell di majalah Fortune edisi 25 Juni 2007. Iklan yang unik dan menarik ini diberi judul: SAY NO TO NO. Kalau diartikan adalah “Katakan Tidak Pada Tidak”. Iklan ini berlatar-belakang sebuah papan tulis besar penuh tulisan (iklan ini menggunakan 2 halaman majalah). Di halaman sebelah kiri, ada artikel pendek yang akan saya share di sini. Sementara itu halaman di sebelah kanan menunjukan seorang wanita sedang menulis menghadap papan.
Tulisan pendek di halaman sebelah kiri itu adalah sebagai berikut:
Isn’t it high time someone got negative about negativity? Yes it is. Look around. The world is full of things that, according to nay-sayers, should never have happened.
“Impossible.”, “Impractical.”, “No.”
And yet, “yes.”
Yes, continents have been found. Yes, men have played golf on the moon. Yes, straw is being turned into biofuel to power cars.
Yes, yes, yes.
What does it take to turn no into yes? Curiosity. An open mind. A willingness to take risks. And, when the problem seems most insoluble, when the challenge is hardest, when everyone else is shaking their heads to say: let’s go.
Real energy solutions for the real world.
www. shell.com/ realenergy.
Kalau ditranslasikan:
Bukankah sekarang lagi trendi bagi seseorang untuk bersikap negatif tentang hal-hal yang negatif? Jawabannya YA.
Lihatlah sekeliling. Dunia ini penuh dengan hal-hal, yang menurut para skeptis, seharusnya tidak pernah terjadi.
“Tidak mungkin.”, “Tidak praktis.”, “Tidak.”
Dan akan tetapi “YA.”
Ya, benua-benua telah ditemukan.
Ya, manusia telah bermain golf di bulan.
Ya, jerami sekarang sedang diubah menjadi bahan bakar peduli lingkungan untuk menjadi sumber tenaga bagi mobil-mobil.
Ya, ya, ya.
Apakah yang diperlukan untuk mengubah tidak menjadi ya? Rasa ingin tahu. Pikiran yang terbuka. Keberanian untuk mengambil resiko. Dan, pada saat masalah kelihatannya sulit sekali dicairkan, saat tantangannya paling sulit, saat setiap orang yang lain menggelengkan kepala mereka untuk mengatakan: ayo, mari kita pergi.
Solusi energy nyata bagi dunia nyata.
============================================================
Karena Shell adalah perusahaan raksasa dibidang budi-daya energi, salah satu fitur utama dari tulisan di atas adalah konsep “bio-fuel”. Bio-fuel adalah bahan bakar yang ramah lingkungan karena dapat mengurangi efek Green House. Selain itu, bio-fuel dapat dibuat dari reaksi kimia yang bahan dasarnya adalah etanol. Etanol ini dapat dihasilkan dari jerami melalui proses pembusukan atau yang lainnya. Ya, inilah sebabnya artikel di atas menyebutkan kalau jerami dapat diubah menjadi bahan bakar kendaraan.
Well, membaca artikel di atas, saya jadi ingat slogan dari Adidas: Impossible is Nothing. Ya, sederhana saja, saat ini, rasa ingin tahu yang kuat, dibantu dengan pikiran yang terbuka dan keberanian untuk mengambil resiko dalam menghadapi semua ketidak-mungkinan adalah kunci sukses bagi setiap orang. Semoga artikel ini berguna bagi para pembaca…~
Tulisan ini dikirim pada pada Jumat, Juni 29th, 2007 2:27 pm dan di isikan dibawah Kesuksesan, Pengembangan Diri. Anda dapat meneruskan melihat respon dari tulisan ini melalui RSS 2.0 feed. r Anda dapat merespon, or trackback dari website anda.View the original article here